Jakarta Barat – Suasana kebersamaan dan sinergitas antara kepolisian dengan masyarakat terlihat di halaman Polres Metro Jakarta Barat, Kamis (27/8/2026) pagi.
Sebanyak 90 orang yang tergabung dalam Sabuk Kamtibmas Polres Metro Jakarta Barat hadir untuk mengikuti apel siaga dalam rangka mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman, tertib dan damai.
Mereka berasal dari berbagai unsur masyarakat, terdiri dari 30 orang komunitas ojek online (ojol), 30 orang organisasi masyarakat (ormas), serta 30 orang warga yang tinggal di sekitar Polres Metro Jakarta Barat.
Apel tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Nasriadi, S.H., S.I.K., M.H. Kehadiran Sabuk Kamtibmas merupakan bentuk nyata keterlibatan masyarakat sebagai mitra Polri dalam menjaga kondusivitas wilayah, khususnya dalam mengantisipasi perkembangan situasi keamanan terkait rencana aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI.
Dalam arahannya, Kapolres Jakbar menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota Sabuk Kamtibmas yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan bersinergi bersama kepolisian.
“Terima kasih atas kehadiran rekan-rekan Sabuk Kamtibmas yang terdiri dari berbagai lapisan masyarakat. Ini merupakan bentuk sinergi dan kepedulian bersama dalam menjaga keamanan,” ujar Nasriadi.
Menurutnya, keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi membutuhkan peran serta seluruh elemen masyarakat. Karena itu, keberadaan Sabuk Kamtibmas diharapkan dapat menjadi kekuatan bersama dalam menciptakan suasana yang aman, tertib dan damai di Jakarta Barat.
“Rekan-rekan Sabuk Kamtibmas merupakan mitra Polri dalam mengelola situasi kamtibmas. Mari kita bersama-sama menjaga wilayah Jakarta Barat agar tetap aman dan kondusif,” tuturnya.
Kapolres juga mengingatkan seluruh anggota Sabuk Kamtibmas agar tetap mengedepankan sikap humanis serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Ia mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dengan menerapkan prinsip **“saring sebelum sharing”**, sehingga tidak ikut menyebarkan berita bohong maupun informasi provokatif yang berpotensi menimbulkan keresahan dan memecah belah persatuan.
“Kita harus bijak menggunakan media sosial. Saring terlebih dahulu setiap informasi sebelum membagikannya. Jangan sampai informasi yang belum tentu benar justru menimbulkan perpecahan,” pesannya.
Kapolres menambahkan, keterlibatan masyarakat dalam Sabuk Kamtibmas bukan semata-mata untuk menghadapi situasi tertentu, namun menjadi bagian dari semangat ‘gotong royong menjaga keamanan lingkungan’.
Dengan adanya kolaborasi antara polisi dan masyarakat, diharapkan setiap potensi gangguan keamanan dapat dicegah sedini mungkin melalui komunikasi, kepedulian dan kebersamaan.
